dr. Hj. Siti Aisyah Dahlan Hussein, lebih akrab dipanggil dr. Aisyah adalah seorang dokter umum yang namanya banyak dibicarakan oleh netizen. Video-videonya banyak yang viral di media sosial terkait konten yang berisi terapi korban narkotika dan obat terlarang (Narkoba), selain itu iapun sering membahas masalah-masalah dan solusi yang berkaitan dengan keluarga.

Dikutip dari rakyatsulsel.co, dr. Aisyah adalah salah satu dokter dan pendamping haji khusus PT Dua Ribu Wisata (DRW). Dengan segala keterampilannya, dr. Aisyah dikenal sebagai wanita inspiratif.

Tahun 2018, perempuan yang termasuk Keluarga Orang Sidrap (Kebugis) ini berada di Tanah Suci Mekah mendampingi rombongan haji khusus (ONH plus) PT Dua Ribu Wisata, berjumlah 128 orang bersama rombongan manajemen DRW, pimpinan Bapak H. M. Ja’far Muhammadiah dan H. Agus Salim Hussein.

dr. Aisyah mulai bergabung dengan PT Dua Ribu Wisata (DRW) sejak tahun 2015 dan langsung dipercaya sebagai petugas Kesehatan Haji Khusus (ONH Plus) oleh manajemen DRW. Dalam tugas yang hampir tiap tahun ia laksanakan beliau membawa misi memberikan pengarahan kesehatan pada calon jemaah haji DRW.

Awal karir

dr. Aisah Dahlan Perempuan kelahiran Jakarta, 17 Desember 1968 ini, pendidikan dasar hingga menengahnya diselesaikan di Jakarta, dan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Ia melanjutkan Program Profesinya di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta. dr. Aisyah pernah mengikuti “Drugs Abuse Concellor Training” di Kuala Lumpur, Malaysia dan pernah bekerja sebagai kepala unit narkoba di RS Harum Jakarta.

Pemilik akun Instagram @draisyahdahlan ini awalnya punya cita-cita untuk menjadi dokter anak, namun hal tersebut harus ia kesampingkan karena pada awal mula kariernya di tahun 1997 Indonesia tengah dilanda darurat narkoba. Ia kemudian membulatkan tekad dan mendedikasikan hampir seluruh waktunnya untuk membantu para korban yang terlanjur kecanduan terbebas dari jeratan obat hingga kini.

Pengalaman pertama merawat penderita narkoba ia lakukan di RS Harum Sisma Medika, Kalimalang, Jakarta Timur. Awalnya dr Aisyah menerima beberapa pasien narkoba yang ia bantu awasi program detoksifikasinya selama dua minggu. Namun karena fasilitas di RS belum memadai, setelah program tersebut beberapa pasien yang mampu akan melanjutkan pengobatan ke Kualalumpur, Malaysia. Sementara. pasien yang tidak mampu bingung kharus berobat ke mana lagi.

Dari situlah dr Aisyah membuat program rawat jalan sendiri. Dari sana program terus berkembang dan orang yang ikut rehabilitasi semakin banyak sampai akhirnya cukup besar untuk menjadi sebuah yayasan bernama Sahabat Rekan Sebaya (SRS).

Yayasan Sahabat Rekan Sebaya (SRS) dibentuk tahun 2008, awalnya dari tahun 1998 dan seterusnya masih komunitas. Di SRS, pasien yang sudah didetoks, perlu sirehab. Dalam tahap aftercare para mantan pecandu ditampung untuk dikembangkan minat dan bakatnya agar bisa mandiri.

Sejak itu sampai 2015 Yayasan SRS sudah berhasil merehabilitasi ribuan pecandu. dr Aisyah melanjutkan program pemberdayaan aftercare juga sudah lebih maju karena para pasien kini di SRS bisa memilih berbagai keterampilan mulai dari beternak, bernyanyi, menjahit, perbengkelan, sampai perfilman yang semuanya ia awasi.

Merehabilitasi para Slankers

Dokter Aisah Dahlan terjun dalam bidang narkoba jauh sebelum BNN berdiri ini. Beliau telah merehabilitasi ribuan orang, termasuk para Slankers atau penggemar grup musik Slank di tahun 2003 hingga 2008.

Kala itu, belum ada panti rehabilitasi yang biayanya terjangkau untuk semua kalangan. Bunda Iffet dan dokter Aisah punya cara sendiri untuk memberikan layanan cuma-cuma di markas Slank.

Syaratnya, kemauan untuk sembuh harus datang dari diri sendiri. Obat bukanlah yang utama dalam usaha pemulihan pecandu narkoba. Dokter Aisah pun mendapat julukan sebagai Dokter Peace.

Keterlibatan ibu 5 anak ini dalam menangani narkoba, diawali dengan terungkapnya sang adik bungsu yakni Sahril Dahlan, yang ternyata sudah 9 tahun menjadi pecandu.

Dengan dorongan sang suami, dr. Aisahi setia menemani sang adik berobat ke Kuala Lumpur. Dokter Aisah menjadi paham penanganan yang tepat dan bersedia membagi ilmunya di Tanah Air.

Meski berkali-kali kambuh, kini sang adik berhasil kembali menata hidupnya. Sebuah tantangan besar yang masih harus dihadapi dokter Aisah.

Kini, dokter Aisah menjadi ketua Asosiasi Rehabilitasi Sosial Narkoba Indonesia yang mengkoordinir 118 Institusi Penerima Wajib Lapor atau IPWL, seperti Yayasan Sahabat Rekan Sebaya, yang ia dirikan di tahun 1998.

Biodata:

  • Tempat /Tgl lahir : Jakarta, 17 Desember 1968
  • Alamat : JL.Pratama IV no 1. Pulo asem. Rawamangun, Jakarta Timur.
  • No. Tlp : 021-70747325, 085691536656.
  • Instagram:  @draisyahdahlan

Riwayat Pendidikan

  • TK Cempaka, Jakarta
  • SD Negri DUREN TIGA Jakarta
  • SMP Islam Al-Azhar, Sisingamangaraja Jakarta
  • SMA Islam AL-AZHAR, Sisingamangaraja Jakarta
  • Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Program Profesi Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada,Yogyakarta
  • Drugs Abuse Concellor Training, di Rumah Pengasih, Kuala Lumpur, Malaysia

Riwayat Pekerjaan

  • 1998-2002, Kepala Unit Narkoba RS. Harum Jakarta
  • 1998-sekarang, Pembina Program After Care Sahabat Rekan Sebaya
  • 1998-sekarang, Family Concelour di beberapa LSM Penanggulangan Narkoba
  • 1999-2001, Puskesmas Kecamatan Cilandak
  • 2000-sekarang, Trainer Program MBS
  • 2003-sekarang, Pembina Padepokan Recovery Slankers (SLANK)
  • 2003-sekarang, Kepala Unit Narkoba RS. Bhayangkara Sempimma Polri Jakarta.
  • 2008-sekarang, Staff Ahli Kalakhar BNN, Bidang Terapi & Rehabilitasi.
  • 2011-sekarang, Kordinator Terapis Holistik Klinik Sunter Medical Center.
  • 1995 – sekarang, Pembina Sosial Entrepreneur After Care Yayasan Sahabat Rekan Sebaya.
  • 2015 – sekarang, Ketua AIRI (Assosiasi Rehabilitasi Sosial Narkoba Indonesia)

Penghargaan

  • Tahun 2014 : Mendapat penghargaan  “Indihome Inspiring Woman Award” dari Telkom Indonesia sebagai Woman Health Activist
  • Tahun 2013 : Mendapat penghargaan dari SHE CAN AWARD – TUPPERWARE sebagai salah satu WANITA INSPIRATIF di Indonesia .
  • Tahun 2011 :  “Sang Teladan” Penghargaan kesehatan dari Tempo Media & Decolgen
  • Tahun 2009 : Penghargaan : “ Prestasi Insan Anti Narkotika (PITA)”, dari Gerakan Rakyat Anti Madat (GERAM).
  • Tahun 2009 : “ Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, dengan nama ”WARGA UTAMA” dalam bidang  Terapi & Rehabilitasi Narkoba. “
  • Tahun 2008 : “ Penghargaan dari organisasi BERSAMA, sebagai pembina Rehabilitasi Komunitas Slankers “
  • Tahun 2008 : “ Penghargaan tingkat madya dari BNP Prov.Jakarta dalam bidang Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba. “
  • Tahun 2007 : “ Penghargaan sebagai orang yang bekerja dengan nurani menurut “ 8 Habbits, Steven Covey dari Dunamis Organization Services.”

Sumber Artikel: