Hadhrat Syammas bin Utsman adalah salah satu sahabat yang ikut serta dalam perang badar, dan wafat saat perang Uhud. Ia dikenal menjadi perisai bagi Rasulullah saw saat terjadinya pertempuran Uhud. Hingga akhirnya Hadhrat Syammas bin Utsman ra syahid, dan termasuk kedalam 70 orang sahabat Nabi yang syahid di Uhud. 

Kisah Hadhrat Syammas bin Utsman - Sahabat yang Syahid di Perang Uhud

Biografi

Beliau memiliki nama lengkap Syammas bin Utsman bin Asy Syarid bin Suwaid bin Haramy bin ‘Amir bin Mahzum Al Qurasy Al Mahzumi. Menurut sebagian para ahli nama Syammas adalah nama panggilan, sedang nama aslinya adalah Utsman bin Utsman. 

Sementara nama Syammas diketahui berawal ketika di masa jahiliyah kota Mekkah kedatangan seorang pelayan gereja (syamaamasah) yang berwajah tampan. Orang-orang pun merasa kagum dengan ketampanan pelayan gereja tersebut.

Kemudian paman dari Syammas ra yang bernama Utbah bin Rabiah mengatakan; “aku akan datangkan kepada kalian dengan Syammas (dalam bahasa Yunani maknanya adalah pelayan) yang lebih baik darinya.” Maka didatangkanlah Utsman bin Utsman.

Karena itulah Utsman bin Utsman kemudian dikenal dengan nama Syammas, yang memang seorang yang memiliki wajah yang tampan.

Ibundanya bernama Shafiyah bintu Rabiiah bin Abdis Syams bin Abdi Manaf bin Qusay, saudari Syaibah bin Rabiiah dan Utbah bin Rabiiah.

Beliau ra memiliki beberapa istri, yaitu Na’ma bintu Hisaan, Shafiyah bintu Ubaid bin Rabiiah bin Abdi Syams, dan Ummu Habiib bintu Sai bin Yarbuk bin ‘Ankasyah bin ‘Amir bin Mahzum. Ummu Habiib termasuk wanita muhajirat yang pertama ke Negeri Habasyah. Dari Ummu Habiib lahirlah putra beliau bernama Abdullah.

Memeluk Islam

Hadhrat Syammas ra masuk Islam di masa awal Rasulullah saw dakwah sehingga beliau termasuk As Sabiqunal Awwalun (pemeluk Islam pertama). Saat itu beliau menjadi salah satu sahabat yang banyak menerima ujian dan penentangan dari orang-orang kafir Quraisy. 

Beliau adalah sahabat Nabi saw yang mengalami dua kali hijrah. Yang pertama, beliau ikut berhijrah ke Negeri Habasyah demi membela dan mempertahankan agamanya saat umat Islam masih sedikit dan lemah. Beliau ikut hijrah ke Habasyah kedua bersama kira-kira tujuh puluh orang Muhajirin.

Yang kedua, saat Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk hijrah ke Madinah, Hadhrat Syammas bin Utsman ra juga ikut serta. 

Syahidnya Hadhrat  Syammas ra

Kisah meninggalnya Syammas, layaknya kisah kepahlawanan yang terus menimbulkan decak kekaguman. Perjuangan beliau adalah potret keberanian, kegigihan, kesabaran, pengorbanan, dan kecintaan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan agamanya.

Beliau meninggal dalam kancah Perang Uhud, di tahun ketiga hijriyah. Kisah tentang kepahlawanan beliau saat Perang Uhud, begitu agung.

Beliau ra menjadikan badan beliau sendiri sebagai perisai bagi Rasulullah saw. Demi menyelematkan wujud suci Rasulullah saw, beliau ra  dengan sengaja menjadikan tubuh beliau sebagai sasaran senjata musuh.

Shamaas berdiri di depan Nabi saw laksana perisai, hingga ia benar-benar terluka parah karena serangan musuh. Hadhrat Syammas yang tangguh dan penuh keberanian itu akhirnya dapat ditumbangkan oleh Ubay bin Khalaf Al Jumahi.

Saat pertempuran berakhir, Hadhrat Syammas ra masih hidup, namun tubuhnya dipenuhi oleh luka-luka yang mengerikan. Kemudian beliau rah dibawa ke rumah Ummul Mukminin Aisyah ra. Namun, Ummul Mukminin Hindun binti Hudzaifa (Ummu Salamah) rah mengatakan, “Ia adalah anak paman saya, saya lebih berhak merawatnya.”

Maka Rasulullah saw memrintahkan agar membawa Syammas ra kepada Ummu Salamah rah. Namun setelah dua atau tiga hari, Hadhrat Syammas ra pun menghembuskan nafasnya yang terakir. Beliau ra gugur sebagai salah satu syuhada Uhud. 

Rasulullah saw memerintahkan agar beliau ra dimakamkan di Uhud bersama para syuhada lainnya. Dengan tetap mengenakan pakaian yang ia pakai seperti para syuhada lainnya. Hadhrat Syammas saat itu berumur umur 34 tahun.  

Sumber : https://bewaramulia.com/syammas-bin-utsman-sahabat-nabi-yang-syahid-di-uhud/