Abdullah bin Amr bin Haram merupakan salah seorang pahlawan yang gugur dalam medan Perang Uhud. Abdullah bin Amr bin Haram dikenal sebagai sosok yang tidak pernah absen dalam setiap jihad.

Memeluk Islam

Abdullah bin Amr bin Haram ikut dalam rombongan penduduk Yastrib (Madinah) menuju Aqabah. Saat itu, sekitar 70 orang warga Yastrib menyatakan sumpah setia (baiat Aqabah 1) kepada Rasulullah SAW. 

Alhamdulillah, setelah Ka’ab bin Malik membujuknya dan para sahabat lainnya mendekatinya dan menuturkan bagaimana akhir kehidupan kaum musyrik. Allah melapangkan dada Abdullah. Akhirnya, ia menerima Islam.

Setelah masuk Islam, Abdullah bin Amr bin Haram dikenal sebagai sosok yang tidak pernah absen dalam setiap jihad. Sebelum terjun di Perang Uhud, Abdullah merupakan mujahid Perang Badar. Sebuah riwayat menceritakan bagaimana dekatnya Abdullah dengan Rasulullah SAW menjelang perang tersebut.

Kisah Abdullah bin Amr bin Haram - Sahabat Yang Gugur di Medan Perang Uhud
Masjid As-Suqya,  Madinah, Arab Saudi. 

Menjadi syuhada Uhud

Dalam Perang Uhud, Abdullah bin Amr bin Haram sempat berhadapan dengan salah seorang jago kaum musyrik, Sufyan bin Abdu Syams as-Sulami. Pedang Sufyan mengenai wajah Abdullah bin Amr dan menyebabkan luka yang cukup parah.

Abdullah berupaya menahan rasa sakit selama mungkin tetapi akhirnya tubuhnya rubuh. Musuh Allah itu segera mengayunkan pedangnya hingga menyebabkan ajal menjemput sahabat Rasulullah SAW itu. Sejarah mencatat, Abdullah bin Amr bin Haram merupakan syuhada pertama di Perang Uhud. 

Setelah perang itu usai, Rasulullah SAW berjalan mendekati jenazah-jenazah Muslim yang syahid. Saat menjumpai jasad Abdullah, Rasulullah SAW berkata kepada sahabat-sahabat yang memapahnya, “Para malaikat terus memayunginya (Abdullah bin Amr bin Haram) dengan sayap-sayap mereka hingga kalian mengangkat jasadnya.”

Sumberhttps://www.fiqhislam.com/agenda/tokoh/117634-pahlawan-uhud-abdullah-bin-amr