Baiat Aqabah I (621 M) adalah suatu peristiwa yang terjadi di Aqobah (Salah satu tempat di kota Mekah), yakni sebanyak 12 orang sahabat Rasulullah yang berjanji setia untuk patuh dan taat kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa itu diawali pada sebuah kejadian di tahun 11 setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Baiat Aqabah disebut jyga Baiatul aqabah.


Isi Baiat Pertama Aqabah itu ada tiga perkara:

  1. Tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu apapun.
  2. Melaksanakan apa yang Allah perintahkan.
  3. Meninggalkan apa yang Allah larang.

Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam mengirim Mush’ab bin ‘Umair dan ‘Amr bin Ummi Maktum ke Yatsrib bersama mereka untuk mengajarkan kepada manusia perkara-perkara Agama Islam, membaca Al Qur’an, salat dan sebagainya.


Al Alam Ibnu Khaldun dalam kitab beliau Muqadimah menjelaskan, bahwa Baiat itu adalah Al Ahdu ‘ala to’ah yaitu janji untuk taat, seseorang berjanji untuk taat dan patuh. Sedangkan Aqabah adalah nama sebuah tempat di kota Mekah.

Baiat ini terjadi pada tahun keduabelas setelah Bi’tsah dan pada musim haji. 12 orang dari 7 keluarga dua kabilah Aus dan Khazraj di Aqabah bertemu dengan Nabi Muhammad saw dan menyatakan diri masuk Islam. Merekapun menyatakan baiat kepada Nabi Muhammad saw.

Baca Juga : Isi Baiat Aqabah Kedua 


12 Sahabat Rasulullah yang ikut dalam Baiat Aqabah Pertama (I)

Dari kabilah Khazraj:

  1. As’ad bin Zurarah – As’ad bin Zurarah adalah Orang Yatsrib Pertama yang Memeluk Islam, beliau termasuk dalam ke-12 sahabat yang ikut dalam baiat Perjanjian Aqabah 1 (Pertama) dan kedua. Beliau masuk Islam saat bertemu Rasulullah di Ka’bah. (baca selengkapnya…)
  2. ‘Auf bin Harits Auf bin Harits bin Rifaah adalah seorang pemuda dari kalangan Anshar yang ikut dalam baiat Aqabah 1 bersama kesebelas sahabat lainnya. Ia merupakan saudara kandung dari Muawwidz bin Harits al Afra, salah satu dari dua pemuda Anshar yang membunuh Abu Jahal di Perang Badar. Nama al Afra dinisbahkan kepada ibunya, karena itu Auf bin Harits terkadang dikenali dengan nama Auf bin Harits al Afra, atau Auf bin Afra saja. (Baca selengkapnya…)
  3. Mu’adz bin Al-Harits bin Rifa’ah
  4. Dzakwan bin ‘Abdul Qays – Dzakwan bin Abdul Qais adalah salah satu sahabat nabi yang berasal dari Bani Zuraiq dari suku Khazraj. Ia merupakan salah satu dari 12 sahabat Anshar yang mengikuti Ba’iatul Aqabah yang pertama. (Baca selengkapnya…)
  5. Rafi’ bin Malik Rafi’ bin Malik adalah salah satu dari enam orang kabilah Bani Khazraj yang melakukan ikut dalam baiat di Aqabah 1, Mina. (Baca selengkapnya…
  6. Ubadah bin Shamit – Ubadah bin ash-Shamit atau lengkapnya Abul Walid Ubadah bin ash-Shamit bin Qais al-Anshari al-Khazraji, adalah salah seorang Sahabat Nabi yang terkemuka dari kalangan Bani Khazraj. Ubadah adalah salah seorang pemimpin kaum Anshar dalam Baiat Aqabah I. (Selengkapnya…)
  7. Abi Abdurrahman Yazid bin Tsa’labah
  8. ‘Abbas bin ‘Ubadah bin Nadhlah – Abbas bin Ubadah bin Nadhlah merupakan sahabat Anshar yang mula-mula memeluk Islam (As Sabiqunal Awwalun). Dia seorang deklarator berdirinya negara Islam Di Madinah, yang melindungi Nabi Dan meyakinkan Kaumnya. Ia masuk dalam 170 Urutan Sahabiyah dan Sahabat Nabi Muhammad SAW. (Baca selengkapnya…)
  9. ‘Uqbah bin Amir Al-Juhani – Uqbah bin Amir Al-Juhani adalah Orang Yatsrib dari suku/ kabilah Khazraj yang Memeluk Islam, beliau termasuk dalam ke-12 sahabat yang ikut dalam baiat Perjanjian Aqabah 1 (Pertama). Uqbah bin Amir Al-Juhani adalah Sahabat Nabi yang berkategori masyhur (populer), hal itu seperti yang dikatakan Al-Hâfizh Ibnu Hajar al-‘Asqalâni rahimahullah dalam Taqrîb at-Tahdzîb, “ ‘Uqbah bin ‘Âmir al-Juhani, seorang Sahabat (Nabi) yang masyhur”. Dan sebelumnya, Imam adz-Dzahabi rahimahullah menyematkan gelar al-Imam al-Muqri’ (seorang imam panutan, ahli qira`ah). (Baca selengkapnya…)
  10. Qutbah bin ‘Amir bin Hadidah – Quthbah bin Amir bin Hadidah adalah seorang sahabat Anshar dari kabilah Bani Salamah, termasuk suku Khazraj yang ikut dalam Baiat Aqabah 1. Beliau termasuk dalam nama 313 pejuang perang badar yang mampu mengalahkan ribuan pasukan Quraisy. Bersama lima orang teman lainnya yang sama-sama masih muda, yang juga berasal suku Khazraj, mereka ini bisa dikatakan pelopor tersebarnya Islam di Kota Yatsrib, yang kemudian berubah nama menjadi Madinah. (Baca selengkapnya…)

Dari kabilah Aus:

  1. Abu al-Haitsam bin Tayyihan
  2. ‘Uwaym bin Sa’idah

Masjid Baiat

Masjid Baiah Aqabah

Masjid Baiat (bahasa Arab: مسجد الجمعة‎ Masjid Al-Bai’ah) yang disebut juga sebagai Masjid Bani ‘Aqabah adalah sebuah masjid di Makkah, Arab Saudi, yang dibangun oleh Al-Mansur pada tahun 144 H di tempat terjadinya Bai’at ‘Aqabah Pertama dan Bai’at ‘Aqabah Kedua antara Nabi Muhammad S.A.W. dengan kaum Anshar. Masjid ini terletak di bawah Wadi Mina, 300 meter dari tempat Jumrah Aqabah, sebelah kanan dari jembatan jamarat.

Masjid Baiah Aqabah

Masjid Baiah atau Masjid Al Baiat Al aqabah merupakan masjid kuno berukuran 400 meter persegi atau 17 x 29 meter dan tingginya sekitar 7 meter, dinding bagian belakang 2 meter ini ditemukan sekitar tahun 2005. Sebelumnya, masjid yang terpendam ini hanya diketahui kalangan terbatas karena letaknya terpencil.