Apa yang Berubah di WordPress 6.9 “Gene”

Apa yang Berubah di WordPress 6.9 “Gene” - Ryan Pratama
Select Language:

Catatan santai tentang rilis Apa yang Berubah di 6.9 “Gene” yang semakin matang, semakin kolaboratif, dan mulai merangkul alur kerja modern—termasuk otomatisasi dan AI.

Halo teman semua, postingan ini saya buat 09 desember kenapa baru upload sekarang, karena jadwal uplaodnya antri hehehehe….

At ryanpratama.com, I often talk about websites, hosting, , dan ekosistem digital. Hari ini saya pengin bahas rilis baru WordPress 6.9 yang dinamai “Gene”, sebuah penghormatan untuk pianis jazz Gene Harris.

Seperti musiknya yang hangat dan soulful, rilis ini juga membawa langkah baru yang lebih mulus, lebih rapi, dan terasa semakin “hidup” bagi para kreator.

Tulisan ini bukan teknis yang agak kaku, bukan juga ajakan “ayo update sekarang”.

Saya hanya ingin menyusun catatan tentang hal-hal menarik yang menurut saya akan cukup mengubah cara kita bekerja di WordPress, terutama bagi yang sering ngatur konten, desain, atau develop fitur untuk klien.

Kenapa Rilis Ini Menarik Dibahas

Jujur saja, WordPress beberapa tahun terakhir terasa seperti platform yang sedang bertransisi besar. Kita bisa lihat perubahan core editor, fluid layout, block theme, sampai pendekatan baru untuk AI dan otomasi.

Dan di versi 6.9 ini, transisi itu makin terasa.

Ada hal-hal kecil yang bikin kerja kita lebih enak. Ada fitur yang membuka pintu untuk fitur masa depan. Ada juga update teknis yang mungkin tidak terlihat, tapi efeknya terasa.

Tulisan ini sekalian jadi catatan saya sendiri untuk memahami apa yang berubah dan bagaimana dampaknya buat workflow sehari-hari.

Notes di Block Editor

Kolaborasi Langsung di halaman post

Apa yang Berubah di WordPress 6.9 “Gene” - Ryan Pratama
https://wordpress.org/news/2025/12/gene/

Salah satu highlight paling kerasa adalah fitur Notes—sejenis komentar langsung yang bisa ditempel di blok tertentu saat mengedit postingan atau halaman.

Kalau dipikir-pikir, ini sesuatu yang kelihatannya simpel, tapi dampaknya besar.

Biasanya, kolaborasi konten terjadi lewat:

  • chat WhatsApp,
  • revisi file Google Docs,
  • voice note random yang datang malam-malam,
  • atau komentar panjang di email.

Dengan Notes, semua feedback sudah nempel langsung di editor WordPress, tepat di blok yang dimaksud.

Jadi tim bisa saling revisi tanpa merusak layout dan tidak lagi bingung “maksudnya paragraf yang mana?”.

Beberapa hal yang menurut saya jadi lebih mudah:

  • Copywriter dan desainer bisa kerja dalam satu ruang yang sama.
  • Klien bisa kasih komentar tanpa takut merusak konten.
  • Revisi bisa dilihat dalam konteks visual, bukan cuma teks.

Buat saya pribadi, fitur ini bikin WordPress terasa selangkah lebih deket ke workflow modern seperti Notion atau Figma yang kolaboratif banget.

Command Palette Di Mana-Mana

Navigasi, Tanpa Klik Terlalu Banyak

Apa yang Berubah di WordPress 6.9 “Gene” - Ryan Pratama
https://wordpress.org/news/2025/12/gene/

WordPress 6.9 memperluas fungsi Command Palette, dan sekarang bisa diakses dari seluruh dashboard.

Kalau kamu tipe orang yang suka pakai perintah cepat, fitur ini berasa seperti “Spotlight”-nya WordPress.

Kamu bisa:

  • lompat ke halaman Settings,
  • buka daftar Template,
  • cari plugin,
  • atau langsung buat postingan baru,

semuanya lewat keyboard.

Entah kenapa, semakin WordPress menambahkan fitur seperti ini, semakin terasa bahwa dashboard lama yang penuh sidebar mulai tidak relevan lagi. Dan jujur saja, saya suka arah ini sudah seperti ngetik di doc biasa.

Fit Text to Container

Tipografi yang Lebih Cerdas

Apa yang Berubah di WordPress 6.9 “Gene” - Ryan Pratama
https://wordpress.org/news/2025/12/gene/

Ada opsi baru di blok Paragraph dan Heading: Fit text to container.

Fungsinya sederhana: teks otomatis membesar atau mengecil mengikuti lebar kotaknya.

Biasanya, fitur seperti ini cuma kita temui di tool desain seperti Figma. Sekarang hadir di WordPress.

Ini sangat berguna untuk:

  • membuat hero banner,
  • judul besar di landing page,
  • callout teks yang butuh tampil dramatis tanpa pusing ngatur ukuran font manual.

Menurut saya, ini salah satu fitur kecil yang efeknya terasa “wah” untuk kreator visual.

Abilities API

Pondasi Baru untuk Otomasi dan AI

Bagian ini paling teknis, tapi justru paling menarik buat masa depan.

Apa yang Berubah di WordPress 6.9 “Gene” - Ryan Pratama
https://wordpress.org/news/2025/12/gene/

Abilities API adalah sistem baru yang menyatukan cara WordPress menangani izin, tindakan, dan fungsionalitas dari berbagai sisi—PHP, REST API, sampai AI agent.

Buat kita yang ngulik plugin atau sistem otomatisasi, efek ini besar:

  • WordPress mulai punya bahasa standar untuk memberi tahu “apa yang bisa dilakukan” oleh fitur tertentu.
  • AI agent bisa memahami site capability dengan lebih aman.
  • Workflow otomatis jadi lebih mudah dibangun, lebih konsisten, dan tidak lagi “patchwork”.

Kalau dipikir-pikir, ini adalah jembatan antara WordPress sebagai CMS tradisional dengan WordPress sebagai platform aplikasi modular, terhubung, dan siap otomatisasi.

Arah ini masuk akal banget, terutama di era di mana integrasi dan AI semakin penting.

Peningkatan Aksesibilitas

Lebih Lengkap, Lebih Rapi, Lebih Tepat

WordPress 6.9 membawa 30+ perbaikan aksesibilitas, mulai dari:

  • pengumuman screen reader yang lebih akurat,
  • perbaikan fokus keyboard,
  • perbaikan konten pseudo-element CSS,
  • sampai alignment cursors yang lebih konsisten.

Bagian ini memang tidak “wow”, tapi justru yang membuat fondasi WordPress semakin kuat: orang bisa bekerja lebih nyaman, lebih mudah diakses, dan lebih inklusif.

Peningkatan Performa

Lebih Cepat dari Tampilan Luar Maupun Mesin Dalam

Rilis ini membawa peningkatan performa di dua sisi:

frontend and backend.

Yang paling penting:

  • LCP lebih cepat karena style block dibuat on-demand,
  • style theme diminifikasi,
  • inline style punya batas lebih besar,
  • query database dioptimalkan,
  • WP Cron lebih efisien,
  • rendering page tidak terlalu terhambat script kecil yang tidak penting.

Kalau kamu sering memegang proyek client yang pakai banyak plugin, pembaruan ini mungkin akan terasa signifikan.

Hal-Hal Lain yang Patut Dicatat

Beberapa tambahan lain yang juga menarik:

  • Block baru untuk memperkaya konten.
  • Editor drag-and-drop yang makin visual.
  • Perbaikan struktur template di block theme.
  • Banyak pembaruan developer notes yang memudahkan debugging.
  • Lebih dari 900 kontributor terlibat.
  • 279 di antaranya adalah kontributor baru.

Saya suka bagian ini. WordPress selalu hidup karena komunitasnya yang sanagta besar.

Conclusion

WordPress 6.9 “Gene” bukan hanya pembaruan fitur, tapi langkah maju menuju WordPress yang lebih kolaboratif, lebih cepat, lebih mudah diatur, dan lebih siap menghadapi generasi otomasi berikutnya.

Buat saya pribadi, yang paling terasa adalah:

  • Kolaborasi konten jadi lebih mudah dengan Notes.
  • Navigasi lebih modern dengan Command Palette.
  • Tipografi jadi lebih fleksibel dengan Fit-to-Container jadi tidak perlu setting css resposive.
  • Pondasi otomasi masa depan lewat Abilities API.

Tentu saja, setiap orang punya kebutuhan berbeda. Ada yang belum butuh fitur-fitur ini.

Ada juga yang langsung terbantu.

Pada akhirnya, setiap orang yang bekerja dengan WordPress akan menemukan bagian dari rilis ini yang membantu mereka tetap waras di tengah dunia digital yang cepat berubah.

Kalau kamu sudah mencoba WordPress 6.9, saya penasaran: bagian mana yang paling kerasa buat kamu?

Source:
https://wordpress.org/news/2025/12/gene/ (Kalau mau bca selengkapnya disini)

Previous Article

Bon Ami Restaurant - Dr. Soetomo

Write a Comment

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *