Ikan patin termasuk ikan untuk keperluan konsumsi yang merupakan budidaya ikan air tawar unggulan.
Ikan patin ini banyak kita jumpai di daerah penyebarannya yang meliputi Jawa, Sumatra dan kalimantan. Nama lain dari ikan patin adalah ikan jambal, ikan lancang ikan juara, dan ikan sodarin.

pemeliharaan budidaya ikan patinHabitat hidup atau lingkungan yang disukai ikan patin adalah :

  • dasar kolam atau air berlempung dan mengandung banyak humus
  • Sudut kemiringan lahan berkisar antara 3 – 5 %.
  • Air harus bersih, tidak keruh dan berlumpur
  • Suhu air pada dikisaran 24 – 28 C dan dengan pH 6,5 – 8.

cara budidaya ikan patin
Pertama, kita persiapkan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Keringkan tanah dasar kolam yang akan menjadi tempat pemeliharaan
2. Pengapuran dasar kolam dengan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg/100 m2.
3. pemberian pupuk kandang dengan dosis 25 – 50 kg / 100 m2 dan TSP dengan dosis 3 kg / 100 m2.
4. isi air setinggi 3 cm dan dibiarkan selama 3 hari.
5. penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit hingga ketinggian air kolam maksimal adalah 80 – 120 cm.

Penebaran Benih
Setelah usianya mencapai 1 – 3 minggu (panjang 1 inchi), anak ikan patin dapat segera dipindahkan ke dalam kolam pembesaran. Kegiatan tebar benih ini dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu air kolam sedang tidak tinggi.

Pemberian Pakan
Pakan dapat diberikan sebanyak 2 kali dalam sehari, pada waktu pagi dan sore hari. Dosis pakan per hari adalah sebesar seperlima dari berat badan ikan.

Pemanenan
Setelah 3-4 bulan, ikan patin sudah dapat kita panen dengan berat rata-rata 0.5 – 1 kg yang banyak dicari konsumen. keunggulan ikan patin adalah dagingnya tebal dan rasanya gurih, berlemak dan durinya sedikit. Harga jual ikan patin relatif tinggi dan stabil sehingga budidaya ikan patin termasuk peluang usaha yang patut kita perhitungkan.


Ikan patin termasuk ikan untuk keperluan konsumsi yang merupakan budidaya ikan air tawar unggulan.
Ikan patin ini banyak kita jumpai di daerah penyebarannya yang meliputi Jawa, Sumatra dan kalimantan. Nama lain dari ikan patin adalah ikan jambal, ikan lancang ikan juara, dan ikan sodarin.

pemeliharaan budidaya ikan patinHabitat hidup atau lingkungan yang disukai ikan patin adalah :

  • dasar kolam atau air berlempung dan mengandung banyak humus
  • Sudut kemiringan lahan berkisar antara 3 – 5 %.
  • Air harus bersih, tidak keruh dan berlumpur
  • Suhu air pada dikisaran 24 – 28 C dan dengan pH 6,5 – 8.

cara budidaya ikan patin
Pertama, kita persiapkan dengan tahapan sebagai berikut:

1. Keringkan tanah dasar kolam yang akan menjadi tempat pemeliharaan
2. Pengapuran dasar kolam dengan kapur tohor atau dolomit, dengan dosis 25 kg/100 m2.
3. pemberian pupuk kandang dengan dosis 25 – 50 kg / 100 m2 dan TSP dengan dosis 3 kg / 100 m2.
4. isi air setinggi 3 cm dan dibiarkan selama 3 hari.
5. penambahan air dilakukan sedikit demi sedikit hingga ketinggian air kolam maksimal adalah 80 – 120 cm.

Penebaran Benih
Setelah usianya mencapai 1 – 3 minggu (panjang 1 inchi), anak ikan patin dapat segera dipindahkan ke dalam kolam pembesaran. Kegiatan tebar benih ini dilakukan pada pagi atau sore hari pada saat suhu air kolam sedang tidak tinggi.

Pemberian Pakan
Pakan dapat diberikan sebanyak 2 kali dalam sehari, pada waktu pagi dan sore hari. Dosis pakan per hari adalah sebesar seperlima dari berat badan ikan.

Pemanenan
Setelah 3-4 bulan, ikan patin sudah dapat kita panen dengan berat rata-rata 0.5 – 1 kg yang banyak dicari konsumen. keunggulan ikan patin adalah dagingnya tebal dan rasanya gurih, berlemak dan durinya sedikit. Harga jual ikan patin relatif tinggi dan stabil sehingga budidaya ikan patin termasuk peluang usaha yang patut kita perhitungkan.