Biar Nggak Pusing Ngikutin Semua Tren
Halo teman,
Sebagai orang yang hidup di dunia digital—desain, web, WordPress, UI/UX, coding dikit, oprek server dikit—saya sering banget ngerasa satu hal:
“Skill apa sih yang beneran wajib saya kuasai, dan mana yang cuma bikin FOMO aja?”
Timeline skerang itu isinya:
- Stack baru
- Framework baru
- Tools baru
- AI baru tiap minggu
Kalau ditelen semua mentah-mentah, yang ada bukan makin jago, tapi makin pusing. Jadi di tulisan ini, saya mau bedain:
- Skill fundamental
- Skill FOMO
dari kacamata praktis, bukan teori.
Daftar isi
Apa Itu Skill Fundamental?
Buat saya, skill fundamental itu:
Skill yang tetap kepake walaupun tools, framework, dan tren berubah.
Lalu gimana ciri-cirinya:
- Dipakai di banyak konteks
- Kepake lintas tools
- Kalau ini kuat, pindah stack nggak terlalu sakit mikirinnya
Contoh (buat dunia kita):
Untuk Desainer
- Ngerti layout & komposisi
- Ngerti hierarki visual
- Ngerti tipografi
- Ngerti warna & kontras
- Ngerti UX dasar: flow, affordance, feedback, konsistensi
Tools boleh ganti: Figma, Sketch, XD, bahkan ke canva atau apapun.
Tapi kalau fundamentalnya kuat, pindah tools itu cuma adaptasi UI, bukan ulang dari nol. tapi kalau pindahnya ke tools yang lebih simple kayak canva beda ceritanya
Untuk Web / WordPress / Dev
- Ngerti cara kerja HTTP, browser, dan server secara basic
- Ngerti HTML, CSS dasar, struktur dokumen
- Ngerti logika programming (loop, condition, function)
- Ngerti database & data structure sederhana
- Ngerti konsep security basic (password, role, update, backup)
Framework boleh ganti: Laravel → Next → Remix → apapun.
Tapi “cara pikirnya” sama.
Apa Itu Skill FOMO?
Skill FOMO (Fear Of Missing Out) itu:
Skill yang kita kejar cuma karena takut ketinggalan, bukan karena benar-benar dibutuhin sekarang.
Ciri-cirinya:
- Belajar karena “lagi rame”
- Bukan karena ada project/bisnis nyata yang butuh
- Begitu hype turun, skill-nya jarang dipakai lagi dan dilupakan
Contoh:
- Ikut kursus framework X cuma karena semua orang di Twitter bahas dan memang sedang naik daun
- Panik pengen bisa semua AI tools padahal basic desain / coding masih berantakan
- Nyoba semua plugin WordPress “keren” padahal problem real di project belum jelas
Skill FOMO bukan berarti nggak berguna.
Tapi kalau fundamental belum jadi, skill ini:
- Cepat lupa
- Susah nempel
- Bikin merasa “gue kok selalu kurang update ya?”
Analogi Simpel: Pondasi vs Cat Dinding
Bayangin bikin rumah:
- Fundamental = pondasi, struktur, rangka
- FOMO skill = warna cat, dekor, gaya interior yang lagi tren
Kalau pondasi rapuh:
- Mau catnya se-estetik Pinterest apa pun, tetap gampang roboh
Di dunia digital juga sama:
- Belajar 5 framework JS tapi nggak ngerti HTTP dan DOM
- Install puluhan plugin WordPress tapi nggak ngerti konsep hook, template, dan security
- Pakai AI buat desain, tapi nggak ngerti prinsip visual → hasilnya sering “cakep tapi nggak jelas fungsinya”
Cara Ngebedain: Ini Fundamental atau FOMO?
Ini beberapa pertanyaan yang biasa saya pakai buat bedainnya:
Kalau tools/framework ini mati besok, ilmu yang saya pelajari masih kepake?
- Kalau iya → cenderung fundamental
- Kalau nggak → kemungkinan FOMO skill
Contoh:
Belajar layout & grid → kepake di Figma, Web, bahkan print.
Belajar shortcut tool tertentu → begitu tools ganti, ilang semua.
Saya belajar ini karena ada kebutuhan real, atau cuma karena ketakutan?
- Ada project klien / produk beneran butuh → masuk akal belajar
- Cuma karena:
- “Takut ketinggalan”
- “Semua orang kayaknya sudah bisa ini”
→ hati-hati, ini FOMO.
Skill ini bisa saya pakai di 3 tempat berbeda?
Kalau skillnya:
- Bisa dipakai di berbagai tools / project → biasanya fundamental
- Cuma kepake di satu tool aplikasi doang → cenderung FOMO
Contoh:
- Copywriting UX → kepake di website, app, landing page, email
- Trik hack SEO plugin tertentu → kalau ganti plugin, harus belajar ulang
Contoh Konkret: Dunia Desain & Web
Desainer UI/UX
Fundamental:
- Hierarki visual
- Typography pairing
- UX flow & user journey
- Grid system & spacing
- Design system thinking
FOMO skill:
- Efek glassmorphism super ribet
- Trik export mockup 3D di tools tertentu
- Preset animasi aesthetic yang cuma kepake di satu software
WordPress / PHP Dev
Fundamental:
- PHP dasar (function, array, loop)
- Konsep hook & filter WordPress
- Struktur theme & child theme
- Sanitasi & validasi input user
- Query & struktur database dasar
FOMO skill:
- Cara “nge-crack” plugin premium
- Trik instalasi page builder tertentu yang super spesifik
- Cara “ngakalin” plugin A supaya bisa mirip plugin B
Strategi Biar Nggak Kebawa Arus FOMO
Ini pendekatan yang saya pakai biar kepala nggak kebakaran:
Kunci Dulu 3–5 Skill Fundamental Utama
Contoh kalau fokus kamu:
- Desain UI/UX
- Layout
- Typography
- UX thinking
- Component thinking
- Basic prototyping
- WordPress Dev
- PHP dasar
- Template hierarchy
- Hook & filter
- Security basic
- Performance basic
Begitu ini lumayan kuat, baru:
Pilih FOMO Skill dengan Sadar, Bukan Panik
Misal:
- “Oke, saya mau pelajari satu stack modern aja tahun ini.”
- “Saya coba satu AI tool dan benar-benar integrate ke workflow, bukan cuma main-main.”
Batasin:
- 1–2 eksperimen “hype” per periode (misal per 3–6 bulan)
- Biar ada waktu buat beneran dalemin, bukan cuma sentuh permukaan
Pikir Pakai Framework FAQ Sederhana
Sebelum ngejar skill baru, tanya:
- Apakah ini bantu project saya sekarang dan kedepannya?
- Kalau saya kuasai ini, 1 tahun dari sekarang masih mungkin dipakai?
- Apakah ini memperkuat fundamental saya, atau cuma menambah hiasan?
Kalau tiga-tiganya “tidak yakin”: skip dulu.
Internet nggak akan marah kok kalau kita nggak ikut semua tren.
Penutup: Nggak Harus Anti FOMO, Tapi Harus Melek
Saya bukan tim “anti tren”.
Saya juga suka ngulik hal baru—AI, UI tren, stack baru.
Tapi yang saya pelajari:
Kalau fundamental kuat, FOMO berkurang sendiri.
Karena kita tahu: “Gue nggak ketinggalan, gue cuma nggak perlu semuanya sekarang.”
Sumber
Gambar utama : https://unsplash.com/illustrations/a-construction-worker-pointing-at-a-construction-site-iBQjxKw52h8