Realitanya Tidak Sesederhana Itu.
Halo teman,
Mari kita bahas, di ryanpratama.com, saya cukup sering membahas soal website, hosting, desain, dan ekosistem digital.
Lalu Sekarang banyak banget platform AI lokal yang promonya keren:
“Pakai ChatGPT 5.0”, “Terintegrasi Gemini 2.5”, “Bisa akses DeepSeek”, “Model Qwen terbaru”, dan dengan harga murah seterusnya.
Dan hampir semua brand menulisnya seolah -olah mereka bekerja langsung dengan model-model besar itu.
Tapi setelah saya perhatikan dan saya pernah mencoba langsung membuatnya ternyata cara kerjanya nggak sesimpel yang ditulis di banner marketing.
Bahkan yang lebih tepat adalah:
Mereka tidak benar-benar terhubung dengan API ke vendor besar (OpenAI, Google, DeepSeek, Alibaba).
Mereka mengakses model itu lewat pihak ketiga lewat Together AI, Fireworks AI, OpenRouter, dan aggregator LLM sejenisnya.
Dan di artikel ini, saya mau membahas realitanya supaya teman punya ekspektasi yang sehat dan tidak terlalu tinggi berekspektasi dengan hasil jawaban AInya .
Daftar isi
AI Mereka Memang Kencang & terbaru —Tapi Lewat “Perantara”
Kalau teman lihat klaim seperti:
- “Pakai ChatGPT 5.0”
- “Gemini 2.5 terbaru”
- “DeepSeek V3 super pintar”
- “Qwen 2.5 / Qwen 3 terbaik di Asia”
Secara model, itu benar apa yang mereka pakai:
mereka memang menyediakan akses ke model-model itu dengan harga lebih murah tetapi…
Tapi bukan langsung ke:
- OpenAI
- Google AI
- DeepSeek
- Alibaba Cloud LLM
Melainkan lewat jembatan seperti:
- Together AI
- OpenRouter
- Fireworks AI
- Infermatic
- atau layanan aggregator lain yang menyediakan banyak model LLM dalam satu API.
Jadi arsitekturnya lebih mirip begini:
User → platform AI lokal → Together AI (atau sejenisnya) → model asli (GPT, Qwen, DeepSeek, dll)
Kenapa banyak platform AI yang menggunakan cara ini?
- Lebih murah
- Routing lebih stabil
- Bisa ganti-ganti model dengan cepat
- Nggak perlu kontrak eksklusif dengan vendor besar
- Infrastruktur lebih simple
- Satu API Untuk semua Model yang bahkan tidak terhubung seperti gemini dan open ai
Ini praktik umum di dunia AI SaaS.
Apakah Ini Tanda Buruk? Nggak. Tapi Perlu Melek.
Ini bukan hal yang salah ataupun buruk.
Tapi perlu dipahami secara jernih agar ekspektasimu tidak terlalu tinggi:
Platform AI lokal itu bukan pencipta model.
Mereka adalah wrapper yang membungkus model besar supaya lebih mudah diakses user.
Yang mereka bangun:
- UI/UX
- prompt template
- fitur tambahan (slides, research, skripsi assistant, dsb.)
- billing lokal
- integrasi multi-model
- kemasan yang ramah untuk user Indonesia
Modelnya tetap: GPT, Qwen, DeepSeek, Gemini.
Hanya saja implementasinya lewat pihak ketiga jadi semacam ada perantaranya.
Apa Dampaknya Buat User?
Ada beberapa hal yang biasanya tidak dijelaskan secara terang-terangan bagaimana data user di kelolah.
Rantai Data Lebih Panjang
Lewat perantara artinya:
Input → Platform AI lokal → Aggregator → Vendor LLM → Balik ke aggregator → Balik ke platform
Kalau teman kirim konten sensitif,
data melintas lebih banyak titik.
Ini bukan selalu bahaya,
tapi sebagai user harus sadar pola alurnya.
Kadang Model Bukan Versi Paling Premium
Misalnya:
- ChatGPT paling tinggi (GPT-5 atau GPT-4.1 Pro)
- Gemini paling besar (Flash Ultra / Gemini Ultra)
Aggregator sering memakai varian lebih efisien, karena harganya lebih masuk akal.
Makanya kualitasnya mirip, tapi tidak selalu identik dengan versi premium resmi.
“Unlimited” Tetap Ada Batas (Fair Use)
Semua aggregator punya batas:
- rate limit
- token per menit
- batas concurrency
Jadi paket “unlimited” biasanya bukan benar-benar tanpa batas tetapi ada aturan yang tidak diketahui user awam.
Kecepatan Kadang Dipengaruhi Kualitas Routing
Karena lewat perantara, performa bisa dipengaruhi:
- server mereka
- load aggregator
- kuota model tertentu
- distribusi model yang dipakai
Makanya beberapa kali user merasa:
- kadang cepat
- kadang lambat
- kadang error “request failed”
Padahal bukan salah AI-nya,
tapi jalurnya panjang.
Jadi, Apakah AI Mereka Sebagus Klaimnya?
Jawaban jujur saya:
Modelnya bagus, tapi bukan karena mereka bikin modelnya. Modelnya bagus karena memang model aslinya bagus.
Yang bikin platform AI lokal menarik adalah:
- lebih murah
- lebih simpel
- satu pintu untuk banyak model
- cocok untuk:
- tugas sekolah
- nulis skripsi
- presentasi
- rangkuman
- kerjaan ringan
- konten sehari-hari
Jadi “sebagus itu atau tidak” tergantung ekspektasi:
Kalau kamu user biasa→ YA, lebih dari cukup.
Kalau kamu user teknis / peduli privasi → sebaiknya langsung ke vendor / aggregator resmi.
Kesimpulan
Platform AI lokal (termasuk yang mengklaim pakai GPT/Gemini/DeepSeek/Qwen):
- Memang menggunakan model-model itu
- Tapi tidak langsung ke model ainya
- Melainkan lewat aggregator seperti Together AI atau OpenRouter
Dan ini sepenuhnya normal,
tapi seharusnya user juga tahu kenyataannya.
Value mereka ada di:
- kemasan
- UI
- kemudahan
- paket murah
- bundle banyak model
- fitur template siap pakai
Bukan karena AI-nya “lebih pintar atau sama ” dari ChatGPT atau Gemini asli.
Sumber
Gambar Utama https://unsplash.com/illustrations/a-man-holding-a-laptop-in-front-of-his-head-M_LhwK7G6tg