Dr. (H.C.) Ir. H. Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Solah adalah seorang aktivis, ulama, politisi, dan tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Ia dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Beliau pernah menjabat sebagai ketua PBNU periode 1999-2004. DI pemerintahan Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) pada masa awal reformasi 1998.

KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah)

Salahuddin juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Komnas HAM. Bersama kandidat presiden Wiranto, ia mencalonkan diri sebagai kandidat wakil presiden pada pemilu presiden 2004.

Pria kelahiran 11 September 1942 ini merupakan putra ketiga dari pasangan KH Wahid Hasyim (ayah) dengan Nyai Hj Sholihah (ibu), dan adik kandung dari mantan Presiden ke-4 RI yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Selain Gus Dur, saudara Gus Sholah adalah Nyai Aisyah, Dr Umar Alfaruq, Nyai Lily Wahid, dan Muhammad Hasyim. Ayahnya adalah putra dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Hasyim Asy’ari.

Gus Sholah Pernah menempuh pendidikan tinggi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk jurusan Arsitektur.

Pengalaman karier dan organisasi:

  • PMII Komisariat ITB (1964-1966)
  • Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994)
  • Ketua Departemen Konsultansi Manajemen Kadin (1994-1998).
  • Mendirikan Ikatan Konsultan Manajemen Indonesia (1995)
  • Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Umat (PKU) (1998-Oktober 1999). 
  • Ketua Lajnah Pemenangan Pemilu PKU (1999)
  • pendiri Yayasan Baitussalam  (1982)
  • Ketua Badan Pengurus Yayasan Baitussalam (1982-1985, 1988-1991).
  • Anggota Badan Pengawas Yayasan Baitussalam (1991-1994)
  • Pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1985)
  • Sekretaris Badan Pendiri Yayasan Wahid Hasyim (1999).
  • Ketua PBNU tahun 1999-2004
  • Ketua Badan Pendiri Yayasan Forum Indonesia Satu (sejak 2000)
  • Ketua ICMI tahub 2001-2003
  • Wakil Ketua II Komnas HAM pada 2002-2007. 
  • Cawapres RI pada 2004,  berpasangan dengan Wiranto.

Meninggal dunia

Salahuddin meninggal dunia di RS. Harapan Kita, Jakarta, pada hari Minggu, 2 Februari 2020, sekitar pukul 20:59 WIB, setelah sebelumnya mengalami masa kritis usai menjalani bedah jantung pada Sabtu (1/2/2020). Gus Sholah meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak.

Sumber: