Abdullah bin Jahsyi adalah putra bibi Rasulullah, Umaimah binti Abdul Muthalib. Di samping itu, ia juga ipar Rasulullah karena saudara perempuannya, Zainab binti Jahsyi adalah istri Nabi SAW.

keutamaan abdullah bin jahsy, biografi abdullah bin jahsy ra, ekspedisi abdullah bin jahsy, abdullah bin hudzafah wikipedia, abdullah bin suhail, kisah sariyah abdullah bin jahsy, istri abdullah bin jahsy, abdullah bin saba’ adalah tokoh munafik pada masa

Ketika Rasulullah membentuk Laskar Islam, beliau memilih delapan orang yang dipandang mampu dalam berperang. Di antara mereka adalah Abdullah bin Jahsyi dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Dalam kelompok  Abdullah bin Jahsyi terpilih sebagai pimpinan. Sebuah bendera diikatkan oleh Rasulullah di tongkatnya dan diserahkan kepada Abdullah. Itulah bendera Islam pertama dan Abdullah bin Jahsyi memegangnya. Karena itu, ia dikenal orang untuk pertama kali sebagai Amirul Mukminin.
Abdullah Bin Jahsyi merupakan salah satu sahabat Nabi yang gugur sebagai Syuhada dalam  perang Uhud pada 22 Maret 625 M.
Biografi dan Kisah Abdullah Bin Jahsyi - Sahabat Nabi Pertama yang Dipanggil Amirul Mukminin

Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Jahsy bin Riab bin Ya’mar bin Shabrah. Beliau merupakan teman sepermainan Nabi Muhammad SAW ketika mereka masih kecil. Bisa dibilang keduanya masih satu angkatan. Ibu dari Abdullah bin Jahsy adalah bibi Rasulullah saw bernama Umaymah binti Abdul Muthalib. Jadi selain teman bermain di antara keduanya terjalin hubungan darah.

Rumah Abdullah bin Jahsy yang berada di pinggiran Masjidil Haram, memungkinkan keduanya dapat bermain sambil melihat praktik peribadatan orang-orang zaman Jahiliyah. Ketika beranjak remaja baik Abdullah bin Jahsy maupun Muhammad, seringkali mempertanyakan dan menolak praktik peribadatan yang dilakukan masyarakat mereka pada waktu itu. Begitulah keterangan yang ditulis Fathi Fauzi dalam bukunya Mawaqif fi Hayat al-Rasul Nuzilat fihi Ayat Quraniyyah.

Atas dasar inilah tatkala Muhammad saw diangkat menjadi Rasul, karib kerabat terdekat yang mengenal betul kepribadiannya langsung menerima ajakan beliau untuk memeluk Islam. Tidak berbeda dengan Abdullah bin Jahsy, ia pun termasuk orang yang paling awal menyatakan dua kalimat syahadat bersama saudara-saudaranya Ubaidillah, Abu Ahmad, dan Zainab.

Menjadi orang pertama yang dipanggil sebagai Amirul Mukminin

Ketika Rasulullah mengizinkan para sahabat untuk hijrah ke Madinah, Abdullah bin Jahsyi tercatat sebagai orang kedua yang hijrah setelah Abu Salamah. Bagi Abdullah, hijrah ke Madinah bukanlah pengalaman baru. Sebelumnya ia pernah hijrah ke Habasyah. Hanya saja, kali ini ia bersama istri, anak-anak dan keluarga terdekatnya.

Ketika Rasulullah membentuk Laskar Islam, beliau memilih delapan orang yang dipandang mampu dalam berperang. Di antara mereka adalah Abdullah bin Jahsyi dan Sa’ad bin Abi Waqqash.

Dalam kelompok tersebut akhirnya terpilihlah Abdullah bin Jahsyi sebagai pimpinan. Sebuah bendera diikatkan oleh Rasulullah di tongkatnya dan diserahkan kepada Abdullah. Itulah bendera Islam pertama dan Abdullah bin Jahsyi memegangnya. Karena itu, ia dikenal orang untuk pertama kali sebagai Amirul Mukminin.

Tugas pertama

Setelah dilantik sebagai Amir, ia diperintahkan oleh Nabi SAW untuk melakukan ekspedisi dengan tugas pengintaian. Rasulullah melarang membuka surat perintah beliau melainkan setelah dua hari perjalanan.

Setelah dua hari perjalanan, Abdullah bin Jahsyi membuka surat tersebut dan membacanya: “Bila kamu membaca surat ini, teruskanlah perjalananmu ke arah Makkah. Berhentilah diantara Thaif dan Makkah. Amatilah gerak-gerik kaum Quraisy dan segera laporkan kepada kami!”

Sesuai perintah Rasulullah, Abdullah bin Jahsyi meneruskan perjalanannya dan tiba di Nakhlah. Di tempat tersebut mereka mempersiapkan pos pengintaian. Ketika mereka tengah bersiap-siap, tiba-tiba di kejauhan terlihat sekelompok kabilah Quraisy yang membawa barang-barang dagangan.

Setelah bermusyawarah dengan pasukannya, kemudian kabilah tersebut diserang dan merampas harta kabilah itu. Mereka berhasil menewaskan seorang anggota rombongan Quraisy. Dua orang tertawan dan seorang lagi melarikan diri.

Namun, setelah harta pampasan dan tawanan diserahkan kepada Rasululullah, beliau langsung marah karena Abdullah bin Jahsyi dan pasukannya bertindak di luar perintah.

Setelah peristiwa ini turunlah QS Al-Baqarah ayat 217:

Akhirnya Allah SWT memberikan kabar gembira kepada mereka dengan turunnya ayat: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: ‘Berperang pada bulan Haram adalah dosa besar. Tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada-Nya, menghalangi masuk ke Masjidil Haram dan mengusir penduduk dari sekitarnya lebih besar dosanya di sisi Allah…” (QS Al-Baqarah: 217).

Setelah ayat tersebut turun, tenanglah hati Rasulullah. Harta rampasan itu disita untuk Baitul Mal dan kedua tawanan dimintai tebusan. Rasulullah setuju dengan apa yang telah dilakukan oleh Abdullah bin Jahsyi dan pasukannya.

Wafatnya

Ketika terjadi Perang Badar, Abdullah ikut berjuang bersama kaum Muslimin. Selang setahun setelah perang Badar, terjadilah perang Uhud tepatnya pada tahun 3 H. Dalam peperangan itu, ia cedera cukup parah. Beliaupun ikut dalam Perang Uhud. Para sahabat menemukan jasad Abdullah bin Jahsyi gugur seperti doanya. Hidung dan telinganya buntung, dan tubuhnya tergantung pada seutas tali. Allah memuliakannya dengan pahala syahid bersama Hamzah bin Abdul Muthalib. Keduanya gugur dan dimakamkan dalam satu liang lahat. Wallahu A’lam.

Sumber: